Kayu Bitti (Vitex cofassus, Reinw. Ex Blume)

Jan 21, 2010 by

Kayu Bitti (Vitex cofassus, Reinw. Ex Blume)

Taksonomi dan tatanamabitti3 Kayu Bitti (Vitex cofassus, Reinw. Ex Blume)moz screenshot 3 Kayu Bitti (Vitex cofassus, Reinw. Ex Blume)

Famili: Verbenaceae

Nama lokal/daerah: Gofasa, Gupasa, Sassuwar (Indonesia); Biti (Sulawesi).

Penyebaran dan habitat

Distribusi: Sulawesi, Maluku, Papua Nugini, Kepulauan Bismarck, dan Pulau Solomon. V. cofassus umumnya tumbuh sebagai pohon-pohon kodominan di hutan dataran rendah. Jenis ini masih dapat dijumpai sampai ketinggian 2000 m dpl.Pohon ini memerlukan cahaya penuh, dan merupakan jenis menggugurkan daun, yang terjadi pada musim kemarau.

Tumbuh baik pada tanah berkapur dengan tekstur mulai lempung hingga pasir. Dijumpai di daerah dengan musim basah dan kering yang nyata. Ditanam secara meluas di Bulukumba (Sulawesi Selatan) untuk hutan rakyat.

Pemanfaatan

Kayunya digunakan sebagai konstruksi rumah, kapal dan perkakas rumah tangga seperti mangkok dan piring. Ekspor kayu dalam jumlah cukup besar berasal dari Sulawesi, Papua Nugini dan Pulau Solomon, terutama ke Jepang.

Deskripsi botani

Pohon berukuran sedang sampai besar, dapat mencapai tinggi 40 meter, biasanya tanpa banir. Diameter batang dapat mencapai 130 cm, beralur dalam dan jelas, kayunya padat dan berwarna kepucatan. Daun bersilangan dengan atau tanpa bulu halus pada sisi bawahnya. Susunan bunga terminal, merupakan bunga berkelamin ganda, dimana helai kelopaknya bersatu pada bagian dasar membentuk mangkuk kecil, sedang helai mahkotanya bersatu pada bagian dasar yang bercuping 5 tidak teratur. Mahkota putih keunguan, terdapat tangkai dan kepala sari di dalam rongga mahkota, bakal buah di atas dasar bunga (superior). Kayunya tergolong sedang hingga berat, kuat, tahan lama dan tidak mengandung silika. Kayu basah beraroma seperti kulit. Pengawetan jenis ini sulit dikerjakan.

Deskripsi buah dan benih

Buah : Buah berdaging, bulat hingga lonjong, diameter 5-12 mm, saat masak ungu tua. Terdapat 1-4 biji dalam setiap buahnya.

Benih: bentuk bulat telur, coklat pucat atau hitam dengan tekstur kasar. Terdapat 10.500 benih/kg. Benih berkecambah epigeal, kotiledon hijau mirip daun.

Pembungaan dan pembuahan

Pembungaan dan pembuahan V. cofassus berbeda menurut penyebaran geografisnya. Di Sulawesi Selatan, pembungaan umumnya terjadi pada musim hujan dan buah akan masak Agustus – Nopember.

Umumnya berbunga setiap tahun, mulai berbunga dan berbuah umur 5 tahun. Perantara penyerbuknya

adalah serangga, kemungkinan lebah.

Panen Buah

Buah masak diunduh dengan cara memanjat pohon dewasa. Apabila masih muda, pemangkas cabang atau galah berkait dapat digunakan untuk mengunduh buah. Buah juga dipungut di lantai hutan, sepanjang serangan jamur atau serangga dapat dihindari.

Incoming search terms:

  • kayu bitti
  • vitex cofassus
  • pohon bitti
  • bitti
  • tanaman bitti
  • kayu biti(vitex cofassus)
  • Gofasa gupasa (Vitex cofassus)
  • tanaman biti
  • jenis pohon gambirj
  • kayu Vitex cofassus Reinw

Related posts:

  1. Kayu Hitam Sulawesi (Diospyros Celebica)
  2. Kayu Merbau/Bayam (Intsia Spp)

Related Posts

Tags

Share This

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>